Tomi Laksono

An Indonesian poet, playwright, author, alpinist and a liar. Born Priyo Utomo Laksono 29th December 1985
in Darjeeling, West Bengal, India.

Feb 5

Agama Marah, Takut dan Benci

marah
Kapankah terakhir kali saya melaksanakan shalat Jum’at dan merasa tentram setelah mendengarkan khutbah ? Atau pertanyaannya perlu diganti menjadi ‘pernahkah’ ?

Jum’atan yang tadi saya hadiri di masjid kompleks berisi khutbah mengenai kita umat muslim tidak boleh membiarkan para wanita menjadi moderen karena kata moderen (katanya) berasal dari bahasa arab yang artinya mudurun yang berarti membahayakan. Sang khatib mengemukakan sebuah hadis yang menggambarkan bagaimana wanita di neraka nanti akan digantung dengan rambutnya dan disiram air mendidih kedalam mulutnya, atau digantung pada buah dada, atau memakan tubuhnya sendiri, sesuai dengan dosa mereka.

Khutbah Jum’atan sebelumnya tentang bagaimana semua kejahatan di dunia disebabkan oleh orang Yahudi, bahwa kehidupan mereka sepenuhnya hanya untuk mengalahkan orang Muslim, bahwa orang Yahudi dan Nasrani bersatu menghancurkan Islam.

Jum’atan sebelumnya, di masjid yang lain, secara tersirat mengatakan bahwa negara ini dilaknat karena tidak mengikuti syariah Islam. Terapkan syariah Islam dan segalanya akan beres. Artinya, hukum pidana yang tegas seperti penggal dan rajam mesti diberlakukan sesuai yang tertulis dalam Qur’an agar orang takut melakukan kejahatan.

Pada Jum’atan lain berisi bahaya Kristenisasi. Jum’atan lain lagi berisi bahwa bencana besar seperti di Aceh, Padang, dan di tempat lain justru terjadi karena dosa orang-orang di daerah itu. Salah para korban sendiri.

Jum’atan di mesjid lain di depan tempat wudhu terpampang foto-foto anak kecil berdarah dan mayat tergeletak di Palestina.


Entah berapa minggu lagi saya harus menunggu Jumatan yang ketika saya pulang saya menjadi lebih ceria dalam menghadapi hidup.