Feb
24
Perayaan hari kelabu (Mimpi tentang Mimi Farina)

Dengan manis
Ia meminta Mendung yang membelit leherku.
‘Sini’, katanya,
’aku bisa memanfaatkannya’.
Ia punya satu Jantung,
lantang berdegup
di balik
Tangan gugup.
Punya dua Mata bening,
berisi lautan,
tapi terlalu rapuh untuk
nyalang.
Tapi toh ia memakanku.
Mengubur sisaku
dalam rambut pekatnya.
Dalam kulit zaitunnya.
Ia menaruh tubuhku
di tempat bayangan seharusnya ada.
Dan tubuhnya
di tempat matahari seharusnya nyala.
Dan pada desau angin
Ia menaruh lagu.
‘Untuk merayakan hari kelabu’,
kata senyumnya.
Mimi disampingku berbaring
jadi rumput
saat Mendungku tadi terbang
jadi seekor walet.
Tomi Laksono.